JAKARTA - Menjelang Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan berlangsung Hingga Maret 2026, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mulai bersiap menghadapi lonjakan permintaan.
Peningkatan konsumsi masyarakat pada bulan suci kerap menjadi momentum mendongkrak omzet, namun di sisi lain juga menuntut kesiapan modal yang memadai.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi salah satu skema pembiayaan paling diminati pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sepanjang 2026.
Memasuki Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan berlangsung pada Maret 2026, permintaan pembiayaan modal usaha meningkat signifikan.
Momentum bulan suci identik dengan lonjakan konsumsi masyarakat, mulai dari sektor kuliner, perdagangan sembako, fesyen muslim, hingga usaha kue dan parsel Lebaran.
Program kredit bersubsidi pemerintah ini dirancang untuk membantu pelaku usaha memperoleh tambahan modal dengan suku bunga rendah, cicilan terjangkau, serta prosedur pengajuan relatif mudah.
Secara nasional, pemerintah masih mempertahankan suku bunga KUR sebesar 6 persen efektif per tahun untuk debitur baru, dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta.
Kebijakan ini menjadi stimulus penting agar UMKM tetap produktif dan mampu menjaga arus kas usaha, khususnya menjelang musim puncak penjualan seperti Ramadan dan Idulfitri.
Melalui KUR BRI 2026, pemerintah bersama sektor perbankan berharap UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar.
Sekaligus memperkuat daya saing di tengah dinamika perekonomian nasional.
Penyaluran KUR Sulsel dan Sektor Dominan
Tingginya minat terhadap KUR juga tercermin dari penyalurannya di Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, hingga akhir 2025 total penyaluran KUR di Sulsel telah mencapai Rp16,83 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 283.989 orang.
Penyaluran tersebut masih didominasi oleh segmen mikro, menunjukkan peran KUR sebagai tulang punggung pembiayaan UMKM daerah.
Dari sisi sektor usaha, KUR paling banyak mengalir ke sektor pertanian, diikuti sektor perdagangan dan jasa.
Komposisi ini sejalan dengan karakteristik ekonomi Sulsel yang ditopang oleh usaha produktif masyarakat, mulai dari petani, pedagang pasar, hingga pelaku usaha rumahan.
Menjelang Ramadan 2026, sektor perdagangan dan makanan-minuman diperkirakan menjadi penyerap KUR paling besar karena kebutuhan tambahan stok barang dan bahan baku meningkat.
KUR Kecil BRI hingga Rp500 Juta
Salah satu produk yang paling diminati pada KUR BRI 2026 adalah KUR Kecil BRI, yang menawarkan pembiayaan hingga Rp500 juta dengan pilihan tenor fleksibel, mulai 12 bulan hingga 60 bulan.
Skema ini banyak dimanfaatkan pelaku usaha yang ingin:
Menambah kapasitas produksi menjelang Ramadan
Membeli peralatan atau mesin baru
Memperluas jaringan distribusi
Membuka cabang usaha baru
Dengan cicilan yang dapat disesuaikan tenor, pelaku usaha dapat memilih skema pembayaran yang paling sesuai dengan proyeksi pendapatan selama musim Ramadan dan Lebaran.
Artikel ini juga mengulas simulasi angsuran KUR BRI 2026 untuk pinjaman dengan plafon maksimal Rp500 juta, sebagai panduan bagi UMKM sebelum mengajukan pembiayaan.
Bagi pelaku usaha, perencanaan yang matang sebelum Ramadan menjadi kunci. Momentum konsumsi yang tinggi dapat meningkatkan omzet, namun pengelolaan modal dan cicilan tetap harus diperhitungkan agar usaha tetap sehat setelah musim Lebaran berakhir.
Tabel Angsuran KUR BRI 2026
Berikut simulasi tabel angsuran KUR BRI 2026 terbaru dengan limit pinjaman hingga Rp1-500 juta dan tenor 1-5 tahun.
Pinjaman Rp1 Juta
12 bulan: Rp 88.333
18 bulan: Rp 60.556
24 bulan: Rp 46.667
36 bulan: Rp 32.778
48 bulan: Rp 25.833
60 bulan: Rp 21.667
Pinjaman Rp5 Juta
12 bulan: Rp 441.667
18 bulan: Rp 302.778
24 bulan: Rp 233.333
36 bulan: Rp 163.889
48 bulan: Rp 129.167
60 bulan: Rp 108.333
Pinjaman Rp10 Juta
12 bulan: Rp 883.333
18 bulan: Rp 605.556
24 bulan: Rp 466.667
36 bulan: Rp 327.778
48 bulan: Rp 258.333
60 bulan: Rp 216.667
Pinjaman Rp20 Juta
12 bulan: Rp 1.766.667
18 bulan: Rp 1.211.111
24 bulan: Rp 933.333
36 bulan: Rp 655.556
48 bulan: Rp 516.667
60 bulan: Rp 433.333
Pinjaman Rp30 Juta
12 bulan: Rp 2.650.000
18 bulan: Rp 1.816.667
24 bulan: Rp 1.400.000
36 bulan: Rp 983.333
48 bulan: Rp 775.000
60 bulan: Rp 650.000
Pinjaman Rp40 Juta
12 bulan: Rp 3.533.333
18 bulan: Rp 2.422.222
24 bulan: Rp 1.866.667
36 bulan: Rp 1.311.111
48 bulan: Rp 1.033.333
60 bulan: Rp 866.667
Pinjaman Rp50 Juta
12 bulan: Rp 4.416.667
18 bulan: Rp 3.027.778
24 bulan: Rp 2.333.333
36 bulan: Rp 1.638.889
48 bulan: Rp 1.291.667
60 bulan: Rp 1.083.333
Pinjaman Rp100 Juta
12 bulan: Rp 8.833.333
18 bulan: Rp 6.055.556
24 bulan: Rp 4.666.667
36 bulan: Rp 3.277.778
48 bulan: Rp 2.583.333
60 bulan: Rp 2.166.667
Pinjaman Rp150 Juta
12 bulan: Rp 13.250.000
18 bulan: Rp 9.083.333
24 bulan: Rp 7.000.000
36 bulan: Rp 4.916.667
48 bulan: Rp 3.875.000
60 bulan: Rp 3.250.000
Pinjaman Rp200 Juta
12 bulan: Rp 17.213.286
24 bulan: Rp 8.864.122
36 bulan: Rp 6.084.387
48 bulan: Rp 4.697.006
60 bulan: Rp 3.866.560
Pinjaman Rp500 Juta
12 bulan: Rp44.166.667
24 bulan: Rp23.333.333
36 bulan: Rp16.388.889
48 bulan: Rp12.916.667
60 bulan: Rp10.833.333
Syarat, Bunga, dan Cara Pengajuan
KUR BRI diperuntukkan bagi pelaku usaha produktif yang dinilai mampu menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan.
Serta belum pernah menerima kredit usaha komersial dari perbankan.
Meski demikian, terdapat pengecualian tertentu, seperti kredit konsumtif untuk kebutuhan rumah tangga yang masih diperbolehkan.
Selain itu, calon debitur tidak diperkenankan memiliki pinjaman aktif dari program ultra mikro, layanan pinjaman digital (fintech lending), maupun perusahaan pembiayaan daring lainnya.
Pada tahun 2026, KUR BRI tetap menawarkan bunga pinjaman disubsidi pemerintah dengan rincian sebagai berikut:
KUR Supermikro: 3 persen per tahun (efektif)
KUR Mikro dan KUR Kecil:
Pinjaman pertama: 6 persen per tahun
Pinjaman kedua: 7 persen per tahun
Pinjaman ketiga: 8 persen per tahun
Pinjaman keempat: 9 persen per tahun
Dalam ketentuan KUR BRI 2026, terdapat batas maksimal pembiayaan hingga Rp500 juta untuk KUR Kecil.
Pengajuan KUR BRI dapat dilakukan dengan mendatangi kantor cabang BRI terdekat.
Pemohon perlu menyiapkan dokumen berupa KTP, Kartu Keluarga, serta surat izin usaha.
Selanjutnya, calon debitur mengajukan permohonan kredit, menjalani proses wawancara dan verifikasi data, kemudian dilakukan survei usaha serta analisis kelayakan sebelum pihak bank memberikan keputusan persetujuan kredit.
Dengan plafon pinjaman yang besar, bunga rendah, serta cicilan yang relatif ringan, KUR Kecil BRI 2026 hingga Rp500 juta menjadi peluang strategis bagi pelaku UMKM untuk naik kelas dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.