Tarawih

Panduan Sholat Tarawih dan Witir Lengkap Ramadan 2026 Umat Muslim

Panduan Sholat Tarawih dan Witir Lengkap Ramadan 2026 Umat Muslim
Panduan Sholat Tarawih dan Witir Lengkap Ramadan 2026 Umat Muslim

JAKARTA - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, yang menurut catatan Mureks jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, kembali hadir membawa kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah. 

Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan di malam hari adalah sholat Tarawih, yang kemudian ditutup dengan sholat Witir. Ibadah ini menjadi momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperoleh pahala berlimpah.

Sholat Tarawih memiliki kedudukan istimewa sebagai sunnah muakkadah, yakni amalan sunnah yang sangat ditekankan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan: “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” Hadis ini menegaskan bahwa menjalankan Tarawih di bulan Ramadan membuka peluang pengampunan dosa sekaligus meningkatkan kualitas ibadah malam.

Waktu Pelaksanaan dan Fleksibilitas Jumlah Rakaat

Sholat Tarawih dilaksanakan setelah sholat Isya dan berakhir sebelum waktu Subuh. Waktu pelaksanaannya fleksibel: bisa dilakukan segera setelah Isya untuk keringanan, atau di akhir malam bagi mereka yang menginginkan suasana lebih khusyuk.

Jumlah rakaat Tarawih beragam di kalangan umat Muslim. Beberapa menjalankan 8 rakaat dilanjutkan 3 rakaat Witir (total 11 rakaat), sementara mayoritas lainnya mengerjakan 20 rakaat Tarawih ditutup 3 rakaat Witir (total 23 rakaat). Perbedaan ini muncul karena tidak ada hadis sahih yang secara eksplisit menetapkan jumlah rakaat Tarawih yang dikerjakan Rasulullah SAW. Berdasarkan riwayat Aisyah r.a., Rasulullah SAW sendiri tidak pernah sholat malam lebih dari 11 rakaat, termasuk Witir. Namun, pada masa Khalifah Umar bin Khattab r.a., pelaksanaan Tarawih berjamaah dibangkitkan kembali dengan 20 rakaat, menjadi tradisi hingga kini.

Niat Sholat Tarawih dan Witir

Niat menjadi elemen penting dalam ibadah. Berikut lafaz niat sholat Tarawih:

Sebagai Imam
Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an imaman lilahi ta’alaa
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam, karena Allah Ta’ala.”

Sebagai Makmum
Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman lilahi ta’alaa
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.”

Sholat Sendiri
Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lilahi ta’alaa
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Sholat Witir sebagai penutup malam juga membutuhkan niat, dengan jumlah rakaat ganjil: 1, 3, 5, 7, atau 11 rakaat. Praktik paling umum adalah 3 rakaat, bisa dilakukan 2+1 rakaat atau sekaligus 3 rakaat.

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tarawih

Tata cara sholat Tarawih serupa dengan sholat sunnah dua rakaat lainnya. Berikut langkah-langkahnya:

Membaca niat dalam hati.

Takbiratul ihram dengan mengucap “Allahu Akbar”.

Doa iftitah.

Membaca Surah Al-Fatihah.

Membaca surah pendek Al-Qur’an.

Rukuk dengan tuma’ninah.

I’tidal.

Sujud pertama.

Duduk di antara dua sujud.

Sujud kedua.

Berdiri untuk rakaat kedua dengan gerakan sama.

Tasyahud akhir.

Salam ke kanan dan kiri.

Langkah-langkah ini diulang hingga jumlah rakaat Tarawih tercapai sesuai pilihan masing-masing.

Doa Setelah Tarawih dan Witir

Setelah Tarawih, dianjurkan membaca doa, salah satunya Doa Kamilin, biasanya dipimpin imam atau bilal, diaminkan oleh jamaah. Waktu yang tepat adalah setelah semua rakaat Tarawih selesai, sebelum Witir.

Doa Kamilin
Latin: Allâhummaj’alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shalâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ’ilîn. Wa limâ ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu’ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil âkhirati râghibîn. Wa bil-qadhâ’i râdlîn.

Selain itu, doa singkat lain bisa dipanjatkan:
Latin: Allahummaghfir lana wa liwalidaina warhamna warhamhum wa taqabbal shiyamana wa qiyamana.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, rahmatilah kami dan mereka, serta terimalah puasa dan sholat malam kami.”

Dengan memahami panduan ini, umat Muslim dapat melaksanakan sholat Tarawih dan Witir di Ramadan 2026 dengan lebih sempurna, khusyuk, dan meraih keberkahan serta ampunan dari Allah SWT.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index